Minggu, Mei 26, 2013

RAT Koperasi Simpan Pinjam Tuak Ehan Tahun Buku 2012

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Tuak Ehan Jakarta kembali mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2012 pada tanggal 7 April 2013 di Rumah Bapak Rili Lein, Jl.Bandengan Utara Jakarta Utara. RAT tersebut dihadiri oleh 30 dari 51 anggota koperasi. 

Dari Laporan yang disampaikan oleh Ketua Koperasi Fidelis Lein dan Bendahara Hengki Hera tersebut, total asset tahun 2012 sebesar Rp 70.197.143, naik 29% dari tahun 2011 yang sebesar Rp 54.574.011. Total simpanan tahun 2012 sebesar Rp 48.699.500, naik 18% dari tahun 2011 yang sebesar Rp 41.265.500. Nilai pinjaman tahun 2012 sebesar Rp 61.500.000, naik 106% dari tahun 2011 yang sebesar Rp 29.912.000.Jumlah anggota yang memanfaatkan pinjaman adalah 16 orang dibandingkan tahun 2011 yang hanya 14 orang. Jumlah piutang pinjaman anggota tahun 2012 Rp 58.841.003 atau naik 75% dibandingkan tahun 2011 yang sebesar Rp 33.642.320. Adapun SHU bersih tahun 2012 adalah sebesar Rp 6.482.994, naik 133% dibanding tahun 2011 yang  sebesar Rp 2.780.346.

RAT Koperasi berhasil menyepakati beberapa hal diantaranya menyangkut penyelesaian tunggakan pinjaman. Untuk tunggakan pinjaman ini, kepada anggota diberikan tenggang waktu 6 bulan dari tanggal RAT untuk melunasi pinjamannya. Jika melewati batas waktu 6 bulan, maka akan dikenakan tambahan denda sebesar 0,5% per bulan dari saldo pinjaman. Untuk itu  pengurus diminta untuk segera melakukan pendekatan secara personal kepada anggota yang bersangkutan agar mereka mau menyelesaikan kewajiban mereka tersebut. 

Menyangkut besarnya pinjaman, bunga dan lamanya pinjaman, RAT sepakat tetap diberikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk besarnya pinjaman adalah 2 kali dari nilai simpanan. Bunga 2% saldo menurun dengan batas waktu pinjaman selama 10 bulan. Di luar dari keputusan ini, Pengurus diberi kewenangan untuk memberikan kebijakan khusus kepada anggota yang meminjam, dengan mempertimbangkan pengalaman pinjaman anggota tersebut pada tahun-tahun sebelumnya. Prioritas pinjaman yang pertama adalah untuk modal usaha yang sifatnya produktif, kedua, untuk pendidikan anak ketiga, untuk biaya kesehatan. Pinjaman yang sifatnya konsumstif tetap diberikan tetapi tetap hati-hati agar tidak merugikan koperasi maupun anggota yang bersangkutan dikemudian hari.

RAT sepakat untuk membagikan SHU tunai kepada anggota. Jika anggota tidak mengambil SHU tunai, maka SHUnya akan ditambahkan ke Simpanan Sukarelanya. RAT juga sepakat untuk memilih kembali Saudara Fidelis Lein sebagai Ketua, Saudara Hengki Hera sebagai Bendahara, Saudara Dami Hera sebagai Wakil Bendahara dan Saudari Nona Lein sebagai Sekretaris untuk 3 tahun ke depan, terhitung sejak tanggal 7 April 2013- 7 Maret 2016. 

Jika pada saat pendiriannya di pertengahan tahun 2007 lalu warga Tuak Ehan begitu pesimis dengan urusan yang berbau koperasi karena trauma dengan kegagalan koperasi Tuak Ehan yang pernah didirikan pada era tahun 1970-an, kini mereka begitu antusias untuk menjadi anggota koperasi karena sudah mulai merasakan adanya manfaat dari keberadaan koperasi simpan pinjam Tuak Ehan ini. Urusan pinjaman tidak dibuat berbelit-belit. Kalau ada uang ditangan bendahara, hari itu juga langsung diproses. Proses persetujuan pinjamanpun hanya melalui sms/telpon/email diantara pengurus dan anggota yang meminjam. Laporan perkembangan koperasi selalu disampaikan rutin tiap bulan pada saat arisan keluarga Tuak Ehan. Pengurus juga aktif mengirimkan sms untuk mengingatkan anggota untuk membayar simpanan dan pinjaman. 

Kunci utamanya tidak lain adalah semangat transparansi yang dibangun para pengurus di dalam mengelola koperasi. Ada mekanisme kontrol dari anggota melalui buku anggota dan laporan 3 bulanan. Buku tabungan di bank diupdate setiap bulan. Saldonya selalu sama dengan yang dilaporkan. Itulah yang membuat anggota semakin percaya untuk menyimpan uangnya di koperasi.

Tantangan ke depan adalah soal regenerasi kepengurusan. Mengingat untuk mengelola koperasi yang baik dibutuhkan pengurus yang mempunyai pengetahuan dan kecakapan khusus di bidang koperasi, maka dari sekarang perlu dimulai proses regenerasi dengan melibatkan anak-anak muda Tuak Ehan. Hal penting lain adalah kemauan untuk belajar, mau berkorban baik waktu, tenaga, pikiran bahkan biaya untuk memajukan koperasi dan juga kesabaran untuk melayani anggota yang berbeda-beda watak dan keinginan. 

Mengandalkan pengelolaan koperasi pada segelintir orang saja tentu amat berbahaya bagi kemajuan koperasi Tuak Ehan di masa yang datang. Karena itu, sudah saatnya anak-anak muda Tuak Ehan yang tersebar di Jabodetabek, yang selama ini masih enggan untuk bergabung dalam Tuak Ehan, untuk mau melibatkan diri dan bersatu dalam Perkumpulan Ikatan Keluarga Tuak Ehan Jakarta. "Tuak Ehan" adalah rumah bersama kita, sebagaimana motonya "eket taan tapo tonu, welak taan jin jawa.puin taan uin ehan, gahan taan kahan olo".       

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih Atas Komentar Anda